Antara Waktu, Perangkat dan Teknologi

  • 31 May 2016

Di akhir tahun 2007, saya baru saja membeli HP Java. Di saat yang sama, masyarakat pada umumnya sudah memiliki HP Symbian. Ketika sedang meneliti fitur - fiturnya, saya senang sekali karena HP tersebut sudah bisa mengakses internet. Walaupun cuma laman WAP dengan koneksi GPRS. Yang pertama kali ingin saya lakukan adalah mengedit web. Saya memiliki banyak web dan blog dengan berbagai platform. Ada yang wordpress, ada blogger, joomla, PHP, bahkan HTML biasa .

Ternyata perambah HP Java saya, belum mampu mendukung javascript. Yang membuat impian saya untuk mengedit web dari HP, menjadi mustahil. Akhirnya saya tetap mengedit semua web dengan komputer biasa, yang dihubungkan ke HP saya sebagai modemnya. Jika sedang kehabisan kuota internet, terpaksa lari ke warnet terdekat.Kebetulan waktu itu saya memiliki banyak waktu luang.

Sekarang, pertengahan tahun 2016, saya sudah setahun punya HP Android yang harganya paling murah. Perambah bawaan HP Android saat ini sudah sangat maju. Bisa mengedit hampir semua jenis web. Sudah banyak juga aplikasi yang dapat digunakan untuk mengedit web. Dengan cara yang lebih mudah, cepat dan ringan. Satu di antaranya adalah Bloggeroid.

Jika berminat anda bisa mengunduhnya di Google Play Store.

bloggeroid

Impian saya sudah tercapai. Sayangnya, sekarang saya hanya mempunyai sedikit waktu luang. Anda bisa melihat sendiri, blog saya ini sudah ada sejak tahun berapa, namun tulisannya hanya beberapa 😃😃😃. Biarpun begitu, masih saja saya ngompori orang lain untuk ngeblog. Contohnya adalah Web Dusun Bungkal. Yang saya dedikasikan untuk para perantau dan diaspora Bungkal.

Saat artikel ini ditulis, web itu baru berisi contoh postingan. Semoga di masa mendatang, banyak perantau Bungkal yang berkenan membagikan ilmu dan pengetahuan di web tersebut. Artikel ini ditulis dengan HP Android yang paling murah. Dengan menggunakan aplikasi Bloggeroid.

Update : 24 April 2017.

Sekarang saya kembali ke cara manual 😃😃😃

laptop

Saya Menyebutnya: Perangkat Lunak Merdeka Berjuang untuk normal